Jumat, 29 November 2013

         Berwisata adalah kegiatan yang begitu menyenangkan. Menikmati pemandangan alam dengan ciri khas objek wisata masing-masing. Setiap orang memiliki alasan sendiri-sendiri untuk berwisata. Ada yang ingin mengeksplorasi, berpartisipasi, memahami atau melarikan diri. Yang pasti mereka membawa bekal uang untuk dibelanjakan. Dalam Tempo mengatakan inilah yang membuat industri pariwisata tumbuh menjadi fenomena sosial dan ekonomi paling heboh di abad ke-20. Industri ini bahkan tumbuh menjadi pilar penting penyangga perekonomian banyak negara. Tanpa industri pariwisata, sebuah negara terkuat dan terkaya di dunia diyakini bisa goyah, karena industri ini terbukti bebas krisis ekonomi. "Dengan Pariwisata Kita Sejahtera".
          Dari data yang dipaparkan Tempo pertumbuhan turis dunia semakin bertambah. Dimulai tahun 1950 ada 25 juta orang, 2005 sebanyak 806 juta, 2011 sebanyak 983 juta orang, 2012 ada sekira 1035 miliar orang, dan 2013 sebanyak 500 juta. Tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi adalah berturut-turut dari pertama hinggga urutan kelima adalah Amerika Serikat, Spanyol, Perancis, Cina, Italia. Kemudian urutan 11 hingga 14 ditempati berturut-turut Thailand, Malaysia, Singapura. Indonesia menempati peringkat ke-34. Dan kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah semakin ramai dikunjungi.
Bagi sebagian orang, melihat matahari terbit di Gunung Bromo atau menyelam di laut Bunaken mulai membosankan. Indonesia menyimpan Seribu tempat rahasia: Surga Indah tak tersentuh nun jauh di pelosok. Inilah 100 nirwana yang menjadi pilihan Tempo. Tempat-tempat yang menjadi rekomendasi ini antara lain tempat di pelosok-pelosok yang belum banyak dikunjungi wisatawan. Sebuah tempat spesial, karena hanya disini informasi surga dunia itu bisa diperoleh, tidak mudah ditemukan di internet atau atas rekomendasi agen perjalanan.
Namun penulis kali ini hanya merangkum lokasi wisata pantai, gunung dan danau, dari 100 Surga Indonesia, yang dirangkum dari Majalah Tempo edisi khusus Traveling “100 Surga Indonesia”. 

Surga Pantai

1.      1. Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah
             Kepulauan Togean cocok jadi Pulau Bulan Madu. Tak terjangkau sinyal, senja pantainya syahdu, lautnya landai dan tenang, aman untuk berenang dan menyelam, dan segitiga terumbu karang yang jadi pusat keberagaman flora dan fauna laut di seluruh dunia.
Pertemuan gunung-gunung bawah laut membuat Togean menyimpan empat jenis karang yang tak terdapat di laut manapun di dunia. Yaitu atol, karang benteng, karang tepi, karang tompok.
Selain Pulau Kadidiri, di Kepulauan Togean terdapat sejumlah resor yang menjadi tempat snorkeling dan menyelam. Diantaranya di Pulau Taipi, Una-Una, Karina, Katupat, Kundurang, dan Malenge. Perlu dua hari mencapainya dari Jakarta dengan tiga model transportasi: udara, darat, dan laut. Meski perjalanannya cukup panjang, biaya berlibur kesana tidak terlalu mahal.

2.     Teluk Kiluan, Lampung.  

      Teluk Kiluan berjarak empat jam perjalanan dari ibu kota Bandar Lampung. Terletak di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sumatera Selatan. 
   Daerah ini terkenal dengan orkestra lumba-lumbanya yang jarang bisa dilihat di tempat lain. Untuk menikmati lumba-lumba setidaknya butuh dua hari satu malam di teluk ini. Itu karena lumba-lumba hanya bisa dinikmati di pagi hari. Lalu, hari kedua bisa dipakai untuk istirahat. 
         Ada juga spot snorkeling yang menawan dengan pantai putih yang pasirnya seperti tepung terigu. 

3. Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan.

Pulau ini adalah pulau kecil di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dalam Kakawin Negarakertagama, Mpu Prapanca menyebutnya “Sawaku”. Pemandangan di pulau begitu asri: asri laut birunya yang teduh bersisian dengan bukit hijau menawan
Perjalanan menuju pulau ini membutuhkan waktu 12 jam. Lewat darat, perjalanan dimulai dari Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, hingga ke pelabuhan Batulicin di Kab.Tanah Bambu. Jaraknya sekitar 270 km dan menghabiskan 4 jam.
Lalu dengan feri dari pelabuhan ke pelabuhan Tanjung Serang, Kota Baru, dan dilanjutkan kembali dengan perahu bermotor menuju Sungai Bali, ibu kota Kecamatan Pulau Sebuku. Setiba di Pulau Sebuku, dengan bantuan kepala desa, kita bisa menginap di rumah penduduk setempat.

4. Pantai Liang, Maluku Tengah. 
      Pantai ini terletak di Desa Liang Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Nama lainnya Pantai Hunimua. Karena pemandangan bawah lautnya yang memikat, PBB menyebut pantai ini sebagai tempat terindah di Indonesia. 
Pasir putih menghampar di pantai sepanjang 1 km dengan lebar 300 meter ini. Ada bulan-bulan khusus saat pantai terasa teduh dan hanya ada sedikit angin, yaitu September-November dan April-Mei. Di bulan lain, pantai Liang cenderung keruh akibat ombak besar.  Banyak angkutan menuju pantai ini yang jaraknya 40 km dari Bandar udara Pattimura. Selain taksi, ada juga bus, dengan jalanan mulus waktu tempuhnya hanya 30 menit.

           5.  Pantai Rawa Buaya, Jawa Barat. 
       Dikenal sebagai Pantai Rancabuaya memiliki kontur berkarang. Terletak di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Garut, Jawa Barat. 
          Jarak dari Bandung sekitar 167 km dan dapat ditempuh sekitar 6 jam dengan kendaraan roda empat. Di sana terdapat puluhan vila dan penginapan dengan harga bervariasi. Selain itu, tempat makan dan fasilitas kesehatan mudah didapat. 
          Taman nasional ini memiliki kelengkapan alam dan keanekaragaman hayati dan mengagumkan. Ada pantai indah, gunung dan hutan. Di dalamnya terdapat hewan liar seperti macan, banteng, elang, dan rusa. 

Teluk Hijau. Doc:ist
6. Teluk Hijau, Jawa Timur. 
 Masuk di Teluk Hijau di Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur, seperti terperangkap di taman firdaus. Pasir begitu putih dan halus menjadi tempat mendarat yang nyaman untuk air sejernih kristal. Di belakang ombak yang berdebur ke pantai, laut seperti berada dalam kuali zamrud, yang memantulkan warna hijau terang. Sehingga dikatakan teluk ini adalah Zamrud di Timur Jawa. 
Teluk ini begitu tersembunyi sehingga wisatawan yang datang pun masih jarang. 

7.       
    7. Kaimana, di Papua Barat. 

              Dengan teluk-teluk Sepia. Menyelam di Teluk Triton seperti masuk ke surga bawah laut. Dan juga merupakan suaka bagi ikan hiu di musim angin timur yang berombak besar.Lumba-lumba yang bermain dan sesekali meloncat ke atas air menjadi pemandangan saat perjalanan menuju atau keluar dari teluk. 
              Banyak lokasi wisata lain seperti Selat Iris, Pulau Namatote, Pulau Dramai, Pulau Adi, Pulau Nusurumi, Pulau Mauwara, Pulau Semisarom dan Pulau Venue.

8. Tanjung Tinggi, di Bangka Belitung. 
Pantai dengan batu besar, pasir putih dan ombak yang jinak. Bebatuan itu membuat pantai panjang ini seakan-akan ada bilik-bilik kecil yang tercipta sepanjang pantai. Tempo menyebut lokasi wisata ini dengan Bilik-Bilik Laskar Pelangi.
Konon asal batu-batu itu adalah meteor karena memang tidak ada gunung berapi di dekat sana yang diduga memuntahkan bebatuan dari perutnya. Saat malam turun, banyak warung teh tarik di Belitung yang masih tradisional.

      9. Desa Sekaroh, Nusa Tenggara Barat.

    Dulu terkenal dengan nama Pantai Tangsi. Belakangan, namanya berubah menjadi Pantai Pink, merujuk pada warna pasir yang membentang. Pantai ini terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 
            Pantai bisa dijangkau dalam dua jam dari kota Mataram. Pantai ini merupakan bagian dari pantai Tanjung Ringgit. 
              Tarif penginapan sekitar Rp 1,7 juta per malam. Itu pun baru bisa ditemui dalam jarak 4 km dari pantai. Jadi sebaiknya bawa tenda dan perbekalan kemping. 
 
     
      9. Cubadak, Padang.

Pantai bagi pengunjung yang menikmati kesunyian. Pulau di Samudera Hindia ini berada di teluk sehingga angin laut lepas tak langsung menerpa. Laut yang jernih dan tenang yang dapat dilihat dari atas perahu. Jika bosan, pengunjung bisa juga mendaki gunung terjal berhutan tropis di sekitar situ. 
Atau jika bosan, pengunjung bisa berenang atau menyelam di 16 spot yang tersebar di sekitar penginapan. Tempo memberikan julukan Paradiso Italiano untuk Cubadak.

1    
      10. Pantai Koka, Nusa Tenggara Timur.


Tempo menyebutnya, Tasik di Lingkung Bukit. Berada sekira 45 kilometer dari ibukota kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Benar-benar tersembunyi dan sunyi. Cobalah datang pada akhir pekan, hanya Anda, pasir putih, dan air tasik yang bening. 

Surga Pegunungan
 
1.      1. Rinjani via Torean, Nusa Tenggara Barat. 


Pendakian Jalur Suci, julukan tempat ini oleh Tempo. Panorama Gunung Rinjani melalui Torean lebih beragam. Melewati hutan lebat, tebing, lembah, sungai berkelok, air terjun, serta sejumlah titik sumber air panas alami, yaang sebagian mengalir dalam gua. 

2.      2. Inerie, Nusa Tenggara Timur.


 Gunung yang rendah hati, begitu para pendaki menyebut Gunung Inerie, gunung tertinggi di Pulau Flores. Tingginya 2.245 meter di atas permukaan laut. Di Puncak Inerie, dalam mitos masyarakat setempat, berdiamlah dewa-dewa penjaga harmoni Flores. Banyak tumbuhan endemik dapat ditemukan di sekitar daerah ini. 

3.      3. Tambora, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 


Tingginya sekira 2.851 meter. Dan kira-kira tahun 1815 terjadi letusan dahsyat yang menyebabkan Tambora punya kawah raksasa berdiameter 7 km dengan keliling kawah sepanjang 16 km. Kini, itulah pesona Tambora. Di sekeliling kawah, ada padang pasir yang rimbun dengan bunga khas edelweis. 

4.     4.  Bukit Raya, Kalimantan. 


Adalah gunung tertinggi di Kalimantan, yang terletak di perbatasan Kalimantan Barat dan Tengah. Tingginya 2.278 meter, dengan penuh perjuangan. Halangan hutan yang lebat, dan banyaknya pacet yang jamak ditemui di jalan kadang membuat frustasi para pendaki. 

5.     5.  Binaiya, Maluku. 


Adalah gunung tertinggi di Kepulauan Maluku. Dan menjadi satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia. Pendakian gunung setinggi 3.027 meter diawali dari pantai alias nol meter di atas permukaan laut. Pendaki pemula tidak dianjurkan ke Binaiya, karena berbahaya. Tempo memberikan julukan Pendakian Dari Titik Nol. 

6.      6. Pegunungan Jayawijaya via Sugapa, Papua. 


Tingginya 4.884 meter berselimut salju dengan Puncak Carstensz. Ada tiga rute yang harus dilewati menuju puncaknya. Jalur Sugapa sangat menantang sekaligus lebih indah. Pendaki harus berjalan kaki tujuh hari kemudian dilanjutkan dengan memanjat tebing batuan granit setinggi 800 meter ke puncak. Menantang, pemanjatan memakan waktu 12-15 jam. 

7.      7. Leuser, Aceh. 




Gunung ini disebut sebagai keajaiban mahalangka. Disini hidup berdampingan 4.000 spesies flora dan fauna langka. Dijuluki “Firdaus Flora dan Fauna”. Dari bunga raksasa Rafflesia arnoldi sampai bunga bangkai Amorphophallus titanium. Di sini juga menjadi habitat lima mamalia besar yakni gajah, harimau, badak, beruang madu, dan orang utan. Tak aneh jika Leuser disandingkan dengan ekosistem Manu di Amazon, Brazil atau Kongo di Zaire, Afrika. 

8.      8. Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan


“Sepotong Kayangan”, menjadi sebutan untuk gunung ini. Pegunungan yang membentang di tiga kabupaten: Enrekang, Palopo, dan Tana Toraja. Puncaknya Rantemario dengan tinggi 3478 m dari atas permukaan laut. Daya tariknya terletak pada kecantikan alam sepanjang pendakian. Di titik yang biasa disebut pos 7, panorama alam terhampar begitu menawan. Sejauh mata memandang, ada rimbun hijau rimba yang bila sore datang diliputi kabut jingga matahari menjelang sirna. 

9.      9. Baturadden Adventure Forest, Jawa Tengah. 


Kawasan yang terbentang di sebelah selatan kaki Gunung Slamet. Di area ini Anda akan disambut dengan pemandangan hutan damar, dan pinus serta aneka vegetasi hutan yang membentang seluas 50 hektar. 

Surga Danau 

1.      1. Danau Matano, Mahalona, dan Towuti Sulawesi Selatan




Tiga danau yang berada di pedalaman Luwu, yang masih alami dan saling terhubung oleh dua sungai. Salah satunnya termasuk yang terluas di Indonesia.
Ada air terjun mata buntu dekat danau Towuti, dan gua tengkorak. 

2.      2. Danau Sentani, Papua. 


Danau Sentani berada di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut. Danau yang berada di lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops ini merupakan danau terluas di tanah Papua. Membentang speanjang 30 km antara kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. 

3.      3. Danau Larson, Papua. 


Dari danau ini kita bisa melihat jejeran pegunungan Jayawijaya, yang dikelilingi padang rumput yang cukup luas. Banyak burung belibis yang berenang-berenang sebelum “mengudara” kembali. 

4.      4. Depati Empat, Jambi. 


Danau seluas 217 hektar ini dikelilingi dua bukit: Pandan Tua dan Pandan Bungsu. Danau ini berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Merangin, Jambi. Dengan berdiri di tepi danau, kita bisa menikmati keindahan tiga gunung sekaligus dan menikmati tiga danau lain. 

5.      5. Danau Weekuri, Nusa Tenggara Timur


Merupakan danau tersembunyi di antara tebing. Danau ini sebenarnya merupakan laguna, danau yang tercipta dari air laut yang “terperangkap” di daratan. Danau di kawasan Kodi Utara yang terpisah 60 km dari Waitabula ini merupakan primadona objek wisata Sumba Barat Daya.
6.      Danau Gunung Tujuh, Jambi.
Danau berada di ketinggian hampir dua km di atas permukaan laut. Letaknya di jantung Taman Nasional Kerinci Seblat di wilayah Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Danau ini disebut juga danau para dewa. Persis seperti namanya.
Itu lah lokasi pantai, gunung dan danau yang bisa menjadi lokasi wisata kawan-kawan berikutnya. Keberadaannya di pelosok, dan belum ramai pengunjung menjadi satu pertimbangan baik pula. Tak hanya ketiga lokasi itu, masih banyak lokasi lainnya yang bisa anda peroleh versi lengkapnya dalam Majalah Tempo edisi khusus 100 Surga Indonesia. 

Saatnya mencoba tempat-tempat baru.

0 komentar:

Posting Komentar

Design by Al Amin Dawa